Thursday, 21 May 2015

Apa Penyebab serta Gejala Sakit Maag - Lambung ?

Maag atau radang lambung atau tukak lambung adalah gejala penyakit yang menyerang lambung dikarenakan terjadi luka atau peradangan pada lambung yang menyebabkan sakit, mulas, dan perih pada perut.

Jenis maag

Secara garis besar, ada 2 jenis penyakit maag, yakni:
  • Gastritis Akut
    • Penyakit maag akut adalah inflamasi (reaksi tubuh terhadap mikroorganisme dan benda asing yg ditandai oleh panas, bengkak, nyeri, dan gangguan fungsi organ tubuh) akut dari lambung, dan biasanya terbatas hanya pada muklosa. Penyakit maag akut dapat terjadi tanpa diketahui penyebabnya.
  • Gastritits Kronis
    • Lambung penderita penyakit maag kronis mungkin mengalami inflamasi (reaksi tubuh terhadap mikroorganisme dan benda asing yg ditandai oleh panas, bengkak, nyeri, dan gangguan fungsi organ tubuh) kronis dari tipe gangguan tertentu, yang menyebabkan gastritis dari tipe yang spesifik yaitu gastritis kronisa.
Jenis penyakit maag yang dilihat berdasarkan tingkat keparahan, dibedakan menjadi:
  • Maag ringan
    • Maag ringan masih tergolong tahap ringan dimana biasanya setiap orang sudah berada di tahap ini, jika dilakukan pemeriksaan akan terlihat asam lambung berlebih di bagian dinding.
  • Maag sedang
    • Maag pada tahap ini sudah menyebabkan nyeri, sakit dan mual yang menyakitkan.
  • Maag kronis
    • Maag kronis adalah maag yang sudah parah intensitasnya di bandingkan maag biasa.
  • Kanker lambung
    • Kanker lambung terjadi akibat mikroorganisme yang merugikan, yaitu Helycobacter pylori.

Penyebab

Penyebabnya bisa karena penderita makan secara tidak teratur, terdapat mikroorganisme yang merugikan, mengonsumsi obat-obatan tertentu,atau sebab-sebab lainnya seperti mengonsumsi alkohol, pola tidur yang tidak teratur dan stress. Maag juga bisa terjadi apabila si penderita telat makan, kemudian sewaktu makan si penderita maag makan dengan porsi yang terlalu banyak. Bagi penderita maag yang sudah parah, penyakit maag tersebut sangat berbahaya sekali dan dapat menyebabkan kematian.

Gejala

Nyeri pada perut.jpg
  • Sakit saat buang air besar
  • Mual dan muntah
  • Sering merasa lapar
  • Perut kembung
  • Nyeri yang terasa perih pada perut dan dada
  • Sering bersendawa

Pengobatan


Antasida.
Maag bisa disembuhkan tetapi tidak bisa sembuh total, maag adalah penyakit yang dapat kambuh apabila si penderita tidak makan teratur, terlalu banyak makan, atau sebab lain. Biasanya untuk meredakan atau menyembuhkannya penderita harus mengkonsumsi obat jika diperlukan. Tetapi maag dapat di cegah, yaitu dengan cara makan teratur, makan secukupnya, cuci tangan sebelum makan dan jangan jajan sembarangan.
Obat-obatan untuk sakit maag umumnya dimakan dua jam sebelum makan dan dua jam sesudah makan. Adapun dengan tujuan obat dikonsumsi dua jam sebelum makan yaitu untuk menetralisir asam lambung, karena pada saat tersebut penumpukkan asam lambung sudah sangat banyak dan di dalam lambung penderita pasti telah terjadi luka-luka kecil yang apabila terkena asam akan terasa perih. Kemudian obat yang diminum dua jam sesudah makan bertujuan untuk melindungi dinding lambung dari asam yang terus diproduksi. Akhirnya dua jam setelah makan, asam yang di lambung akan terpakai untuk mencerna makanan sehingga sudah ternetralisir dan tidak akan melukai dinding lambung.
Obat-obatan yang biasanya digunakan:
  1. Antasida (Menetralisir asam lambung dan menghilangkan rasa nyeri)
  2. Pompa Proton pencegah pertumbuhan bakteri(Menghentikan produksi asam lambung dan menghambat infeksi bakteri helicobacter pylori)
  3. Agen Cytoprotektif (Melindungi jaringan mukosa lambung dan usus halus)
  4. Obat anti sekretorik (Mampu menekan sekresi asam)
  5. Pankreatin (Membantu pencernaan lemak, karbohidrat, protein dan mengatasi gangguan sakit pencernaan seperti perut kembung, mual, dan sering mengeluarkan gas)
  6. Ranitidin (Mengobati tukak lambung)
  7. Simetidin (Mengobati dispepsia)
Selain itu penyakit ini dipercaya memiliki beberapa jenis minuman dan makanan yang kurang baik untuk dikonsumsi yaitu:
  1. Minuman yang merangsang pengeluaran asam lambung antara lain : kopi, anggur putih, sari buah sitrus, dan susu.
  2. Makanan yang sangat asam atau pedas seperti cuka, cabai, dan merica (makanan yang merangsang perut dan dapat merusak dinding lambung).
  3. Makanan yang sulit dicerna dan dapat memperlambat pengosongan lambung. Karena hal ini dapat menyebabkan peningkatan peregangan di lambung yang akhirnya dapat meningkatkan asam lambung antara lain makanan berlemak, kue tar, coklat, dan keju.
  4. Makanan yang melemahkan klep kerongkongan bawah sehingga menyebabkan cairan lambung dapat naik ke kerongkongan seperti alkohol, coklat, makanan tinggi lemak, dan gorengan.
  5. Makanan dan minuman yang banyak mengandung gas dan juga yang terlalu banyak serat, antara lain:
  • Sayur-sayuran tertentu seperti sawi dan kol
  • Buah-buahan tertentu seperti nangka dan pisang ambon
  • Makanan berserat tinggi tertentu seperti kedondong dan buah yang dikeringkan
  • Minuman yang mengandung banyak gas(seperti minuman bersoda).
Selain itu, kegiatan yang dapat meningkatkan gas di dalam lambung juga harus dihindari, antara lain makan permen khususnya permen karet serta merokok.

Gejala Penyakit Asam Lambung atau Tukak Lambung

Gejala Penyakit Asam Lambung
Gejala Penyakit Tukak Lambung – Penyakit tukak lambung adalah penyakit yang disebabkan dengan luka yang terjadi di lambung dan duodenum atau usus dua belas jari. Penyebab dari penyakit tukak lambung ini disebabkan karena terjadinya iriyasi yang ditimbulkan oleh cairan lambung yang ada pada mukosa lambung dan biasanya leinana ini terjadi akibat dari pertentangan antara cairan lambung sebagai salah satu faktor yang agresif dan resistensi mukosa lambung sebagai faktor protektif.

Gejala Penyakit Tukak Lambung
Gejala penyakit tukak lambung adalah nyeri yang terasa pada ulu hati dan akan hilang jika sudah makan atau bisa dengan menguranginya meminum obat maag. Tukak lambng akan mengalami remisi atau gejalanya akan berkurang untuk sementara. Biasanya penyakit tukak lambung ini akan menunjukkan gejala klinis tukak lambung dan tukak duodenum. Pada tukak duodenum biasanya nyeri yang terasa akan sangat sakit pada malam dan juga subuh hari. Sedangkan pada tukak lambung biasanya gejala yang dirasakan adalah nyeri yang tidak terlalu berat pada ulu hati, namun rasa sakit ini akan timbul setelah makan. Dan oleh sebab itulah, penderita penyakit tukak lambung ini biasanya menjadi tidak mau makan karena takut.

Gejala penyakit tukak lambung ini biasanya disebabkan karena cedera yang terjadi pada permukaan mukosa lambung dan biasanya lemahnya terjadi karena pertahanan pada mukosa lambung yang mempunyai peran dalam menyebabkan masalah tukak lambung. Sekresi asam lambung yang terjadi dengan berlebihan, misalnya karena faktor genetic, stress , dan juga karena masalah psikolog ini merupakan salah satu hal yang membuat tukak lambung menjadi berat.

Pengobatan yang dilakukan untuk mengatasi gejala penyakit tukak lambung yang disebabkan karena Helicobacter pylori yang harusnya diobati dengan menggunakan antibiotic yang bisa diperoleh melalui resep dokter. Obat antibiotika yang dipakai adalah variasi kombinasi dari klaritrosimin dengan amoxilin atau juga bisa dengan metronidazol yang harusnya digunakan sekitar 2 minggu. Dan selain itu juga, kombinasi dengan menggunakan obat yang lain akan bertujuan untuk mengurangi produksi asam lambung, atau melindungi permukaan dari mukosa lambung dan serangan penyakit asam lambung.

Ada beberapa tipe pada tukak lambung :
Tipe 1 : merupakan tukak lambung yang paling sering terjadi. Letaknya berada pada kurvatura minor atau juga proximal insisura, dekat pada junction mukosa onsitik dan antral
Tipe 2 : biasanya lokasi terletak hampir sama dengan tipe 1 namun berhubungan dengan tuka duodenum
Tipe 3 : letaknya beradap 2 cm dari Pilorus (Pyloric channel ulcer)
Tipe 4: letaknya berada pada proksimal abdomen atau juga pada cardia.

Diagnosis yang dilakukan pada gejala penyakit tukak lambung adalah sekitar 90% dari mereka yang mengalami gangguan nyeri pada epigastriumnya, seperti ada rasa terbakar, serta rasa mual dan juga muntah, serta perut yang kembung, berat badan yang mengalami penurunan, hematemesis, melena dan juga anemia atau darah rendah yang disebabkan karena erosi pada superficial atau juga erosi yang muncul pada mukosa gastrointestinal.

Beberapa pemeriksaan penunjang yang dilakukan pada penyakit tukak lambung ini adalah gold standar, yakni pemeriksaan endoskopi pada saluran cerna bagian atas dan juga biopsi lambung untuk membantu deteksi dari H. Pylori massa tumor , serta keadaan mukosa lambung.
1. Pememriksaan radiologi
Pemeriksaan ini dilakukan untuk menegakkan diagnosis pada tukak peptik. Gambaran dari kawah, dan jjuga batas jelas serta adanya suatu lipatan yang muncul pada ukosa yang teratur dari pinggiran tukak. Dan apabila ditemukan dipermukaan pinggir tukak tidak teratur yang akan dicurigai menjadi lebih ganas.
2. Pemeriksaan endoskopi
Pemeriksaan ini dilakukan karena berupa luka yang terbuka pada pinggiran teratur, mukosa licin dan juga normal yang disertai dengan adany suatu lipatan yang keluar dari pinggiran tukak. Dan gambaran pada tukak akibat dari terjadinya suatu keganasan. Dianjurkan untuk melakukan biopsi dan juga endoskopi ulang selama 8-12 minggu setelah terapi eradikasi dilakukan. Keunggulan dari pemeriksaan endoskopi ini dibandingkan radiologi adalah bisa mendeteksi lesi yang kecil yang berdiameter sekitar 0.5 cm, dan bisa melihat lesi yang tertutup oleh darah dengan cara penyempritan air, dan bisa memastikan suatu tukak yang ganas atau juga jinak, dan bisa membantu untuk menentukan adanya suatu kuman H. Pylori sebagai salah satu penyeban munculnya tukak.
3. Invasive Test
Radpid Urea Test dilakukan. Tes ini merupakan tes kemampuan H. Pylori untuk membantu menghidrolisis urea. Enzim urea katalase yang menguraikan urea menjadi salah satu amonia bikorbonat yang bisa membuat suasananya menjadi lebih basa, yang diukur dengan menggunakan indikator pH. Dan spesimen biopsi dari mukosa pada lambung yang diletakkan pada tempat yang isinya cairan atau juga benda medium padat yang mengandung kandungan urea dan juga pH indikator, Jika dicurigai adanya H. Pylori pada spesimen ini, maka selanjutnya akn diubah menjdi amonia, dan terjadinya suatu perubahan pada pH dan perubahan warnanya.